Shalat Ghaib

Terkadang kita menemukan sebagian kaum muslim melakukan shalat ghaib terhadap jenazah yang meninggal di tempat lain. Misalnya ayah atau ibu meninggal, sementara anak berada di tempat perantauan, tidak bisa pulang dengan segera, lalu dia melakukan shalat ghaib bersama teman temannya. Padahal di tempat ayah atau ibunya meninggal, jenazahnya sudah dishalatkan. Apakah memang boleh kita melakukan shalat ghaib meskipun jenzahnya sudah dishalatkan. Apakah ada aturan waktunya? Bagaimana jika sudah lebih dari satu hari, baru menyolatkan ghaib? Mohon penjelasannya.


Episode : 18 | No : 4 | Bidang : 1