Waris

sudah menjadi kebiasaan di negeri kita bahwa seorang wanita yang suami meninggal dunia, maka otomatis dia yang menjadi ahli waris tunggal atas harta suaminya. Anak-anak almarhum belum punya nyali untuk meminta kepada ibu merek agar harta warisan segera dibagi. Setidaknya harta warisan suami belum akan dibagikan kecuali menunggu istri almarhum atau ibu anak-anak meninggal terlebih dahulu.

Pertanyaannya, Apakah menunda pembagian warisan dengan alasan menghormati ibu yang masih hidup itu dibenarkan? Sementara ada yang bilang, warisan itu harus segera dibagikan jika sang ayah telah meninggal. Apakah istri yang menguasai semua harta almarhum suaminya itu berdosa? Dan berdosa jugakah bila  anak-anaknya meminta harta almarhum untuk segera dibagikan padahal sang ibu masih hidup?

Apakah warisan itu harus dibagikan dengan cara hukum waris yang ditetapkan syariat? Bagaimana jika kita sekeluarga sepakat untuk membagi warisan secara adil dalam pandangan adat atau tradisi kita? Misalnya dengan membagi rata antara anak laki laki dan perempuan.

Jika tetap tidak boleh, adakah jalan keluarnya, agar tetap sah dalam pandangan agama, tapi juga tetap mengakomudir tradisi?


Episode : 2 | No : 4 | Bidang : 15