Tanya Khazanah

TANYA KHAZANAH TRANS 7

EPISODE 35

 

1. Dokter Kandungan Laki-laki | Wanita

Fenomena yang banyak terjadi di masyarakat tentang wanita hamil memeriksakan kandungannya pada dokter laki-laki. Sedangkan dalam islam tidak diperbolehkan laki- laki menyentuh wanita yang bukan mahromnya. Bagaimana hukum wanita memeriksakan kandungan pada dokter laki-laki? Apakah termasuk masalah darurat?


2. Menggugurkan Kandungan Yang Dipastikan Cacat | Kedokteran

Penggunaan teknologi USG 4 dimensi sedang popular digunakan oleh masyarakat, dengan teknologi yang sangat canggih tersebut, dapat mendeteksi penyakit dan kelainan anak. Jika kondisinya bayi tersebut tidak sampurnya (ada kelainan/ penyakit) yang bisa membahayakan ibu atau ketika bayi lahir dengan kondisi yang tidak sempurna, apakah diperbolehkan jika digugurkan dalam islam? Bukankah menggugurkan bayi termasuk tindakan membunuh?


3. Menunda Shalat Hingga Terlanjur Datang Haidh | Wanita

Pada waktu tertentu,terkadang kita menunda-nunda shalat padahal sudah masuk waktu shalat, sebenarnya kapan kita boleh menunda waktu shalat? jika perempuan menunda shalat kemudian sebelum menunaikan shalat terlanjur datang haid, apakah dia wajib mengqada shalat? apakah ada batasan waktu maksimal mengqada shalatnya? Berapa lama?


4. Mengqadha Shalat Sunnah Rawatib | Shalat

Pada waktu tertentu, kita sering tertinggal shalat sunnah, Bagaimana dengan orang yang biasa melakukan sunnah rawatib, ketika ia tertinggal sunnah rawatib bolehkah mengqodhonya? Kapan waktunya?


5. Imam Shalat Berambut Gimbal | Shalat : Berjamaah

Banyak orang yang memiliki penampilan tidak rapi (misal berambut gimbal) tapi bacaan Al- qurannya bagus, dalam kasus seperti ini bolehkah ia menjadi imam sholat? Apakah ada ketentuan yang mengatur penampilan imam secara fisik? (fenomena imam berambut gimbal)


6. Jual Beli di Tempat Terlarang Trotoar | Muamalat

Bagaimana hukumnya membeli barang (makanan dan minuman) di tempat tempat yang dilarang oleh pemerintah? Misalnya di trotoar, apakah larangan itu berdampak pada hukum syariat dalam jual beli?