Tanya Khazanah

TANYA KHAZANAH TRANS 7

EPISODE 33

 

1. Tamu Saat Shalat | Sah dan Batal Shalat

Ketika Sedang shalat Di rumah, terkadang ada tamu mengetuk pintu, dan mengucapkan salam. Tak hanya dua atau tiga kali mengetuk dan mengucapkan salam bahkan terus menerus.. mungkin karena ada masalah penting yang tidak bisa ditunda, atau boleh jadi karena tamu jauh. Dalam situasi seperti ini, apa yang harus kita lakukan, apakah boleh membatalkan shalat untuk menjawab salam dan membuka pintu untuk sang tamu, atau ada cara lain yang dianjurkan syariat?????///


2. Bencana Saat Shalat | Sah dan Batal Shalat

Kasus yang juga sering terjadi dalam kaitannya membatalkan shalat adalah saat terjadi hujan atau bencana. Kejadiannya seringkali pada shalat jumat. Ditengah shalat jumat berlangsung dengan jumlah jemaah yang membludak hingga ke halaman masjid atau jalanan, tiba tiba turun hujan deras. Yang terjadi adalah para jemaah yang berada di halaman atau jalanan masjid dihadapkan pada dilema, apakah tetap bertahan ditempat dan terus melanjutkan shalatnya sekalipun hujan mengguyur mereka, atau membatalkan shalat untuk berteduh?? Adakah aturan syariat yang mengatur masalah ini??

Kasus serupa juga terjadi pada shalat berjamaah secara umum di masjid, di rumah atau di tempat mana saja. Ditengah tengah shalat, tiba tiba terjadi gempa yang yang membuat panik orang orang di luar.. dalam situasi seperti ini, apa yang harus dilakukan orang yang sedang shalat, apakah pasrah dan tawakal pada Allah sambil terus meneruskan shalatnya, karena mati atau terluka adalah takdir Allah, atau boleh membatalkan shalatnya dan segera lari mencari tempat yang aman?????//


3. Tidur Saat Khutbah | Shalat : Jumat

Saat Khutbah jumat: Kasus yang banyak terjadi adalah tertidur banyak jemaah yang tertidur khutbah berlangsung, mungkin karena lelah bekerja dari pagi, atau ada juga yang sengaja tidur agar selesai shalat kondisi tubuh kembali segar sehingga bisa kembali bekerja dengan giat. Apakah tertidur atau tidur saat khutbah membatalkan shalat jumatnya??

Seperti apa ketentuan syariat, tertidur yang membatalkan dan tidak membatalkan dalam posisi duduk?????//


4. Menyentuh Kemaluan Membatalkan Wudhu | Wudhu

Apakah menyentuh kemaluan mebatalkan wudhu?? Lalu bagaimana dengan orang yang sedang mandi besar atau berwudu, ditengah proses bersuci ini tiba tiba buang angin atau keluar air kencing atau hal hal yang bisa membatalkan mandi atau wudu. Apakah dalam kondisi ini harus mengulang mandi atau wudunya dari awal lagi????


5. Merusak Barang Orang Lain | Muamalat

Masalah kerusakan barang orang lain. Dalam syariat agama, menjaga barang orang lain yang ada pada kita adalah wajib. Lalu bagaimana jika barang milik orang lain itu rusak. Misalnya kita meminjam sepeda atau motor, saat kita pakai tiba tiba terjadi kerusakan atau kecelakaan. Masalah lain yang semisal tapi berbeda kasusnya adalah jasa londry, yang dalam melondry pakaian orang lain itu rusak, entah karena gosong sebagian, atau warnanya pudar ketika dicuci dan lain sebagainya. Apakah dalam situasi seperti ini kita berdosa karena tidak menjaga amanat orang lain? Lalu apa yang harus dilakukan, apakah harus mengganti atau cukup meminta maaf?, karena kejadiannya tidak disengaja??