Tanya Khazanah

TANYA KHAZANAH TRANS 7

EPISODE 2

 

1. Shalat Qabliyah Jumat | Shalat : Jumat

Masalah shalat qabliyah jumat: fenomena yang tidak seragam tampak dalam masalah solat qabliyah atau sebelum jumat. di beberapa masjid, kita bisa melihat para jemaah melakukan solat qabliyah secara serempak setelah azan. Namun di masjid lain, hanya sedikit yang melakukannya..  beberapa sumber menyebutkan bahwa solat qabliyah itu bukan sunah.. mana yang benar?? 


2. Jual-Beli Online | Muamalat

Muamalat: jual beli online, haramkah? Membeli barang secara online di satu sisi memang memudahkan, apalagi harga yg ditawarkan jauh lebih murah disbanding berbelanja di mall. Pertanyaannya apakah jual beli online bertentangan dengan syariat Islam yang melarang menjual barang yang tidak kelihatan aslinya? adakah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar berdagang lewat internet menjadi halal?


3. Memberli Secara Kredit | Muamalat

Muamalat: zaman ini banyak orang selalu mengandalkan membeli barang dengan cara kredit. Beli perkakas dapur, peralatan rumah tangga, kendaraan, bahkan rumah dengan cara kredit. Karena memang tidak mudah bagi orang orang yang penghasilannya berupa gaji bulanan. Namun belakangan banyak orang yang dihadapkan pada masalah yang sangat dilematis. Di satu sisi system cicilan dapat meringankan pembeli. Namun di sisi lain,  unsur riba dalam transaksi ini sangat kental, benarkah demikian? Adakah cara jual beli kredit atau  cicilan yang tidak mengandung riba? Mengingat ancaman dosa riba ini bukan main main..


4. Waris | Mawaris

sudah menjadi kebiasaan di negeri kita bahwa seorang wanita yang suami meninggal dunia, maka otomatis dia yang menjadi ahli waris tunggal atas harta suaminya. Anak-anak almarhum belum punya nyali untuk meminta kepada ibu merek agar harta warisan segera dibagi. Setidaknya harta warisan suami belum akan dibagikan kecuali menunggu istri almarhum atau ibu anak-anak meninggal terlebih dahulu.

Pertanyaannya, Apakah menunda pembagian warisan dengan alasan menghormati ibu yang masih hidup itu dibenarkan? Sementara ada yang bilang, warisan itu harus segera dibagikan jika sang ayah telah meninggal. Apakah istri yang menguasai semua harta almarhum suaminya itu berdosa? Dan berdosa jugakah bila  anak-anaknya meminta harta almarhum untuk segera dibagikan padahal sang ibu masih hidup?

Apakah warisan itu harus dibagikan dengan cara hukum waris yang ditetapkan syariat? Bagaimana jika kita sekeluarga sepakat untuk membagi warisan secara adil dalam pandangan adat atau tradisi kita? Misalnya dengan membagi rata antara anak laki laki dan perempuan.

Jika tetap tidak boleh, adakah jalan keluarnya, agar tetap sah dalam pandangan agama, tapi juga tetap mengakomudir tradisi?