Tanya Khazanah

TANYA KHAZANAH TRANS 7

EPISODE 18

 

1. Tato Menghalangi Wudhu | Wudhu

Fenomena Trend Tato: Trend tato sepertinya tak pernah usang. Sejak dulu trend ini tak pernah mati. Bahkan selalu berkembang. Masalahnya, tato banyak yang menyebutnya sebagai penghalang air wudhu atau air mandi membasahi kulit yang ditato. Bukankah dengan demikian tato bisa menyebabkan wudhu atau mandi bersuci menjadi tidak sah? Jika demikian, bukankah juga akan menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena orang yang bertato, khususnya yang tato permanen membuat orang itu tidak sah wudhunya selama tato masih melekat pada kulitnya, itu artinya shalatnya pun tidak sah? nah saat orang mentato tubuhnya mungkin saja saat itu orang belum nenyadari konsekuensi hukum bersucinya. Ketika usia semakin matang, kemudian ia sadar dan ingin bertaubat, bagaimana solusinya? Karena untuk menghilangkan tato bukan masalah mudah, dulu bahkan banyak orang yang rela menyetrika kulitnya untuk menghilangkan tato. mohon penjelasannya.


2. Operasi Plastik | Wanita

Bagaimana dengan operasi plastik? Apakah menimbulkan persoalan dalam bersuci atau tidak? Atau terkait dengan masalah mengubah penciptaan Allah atas diri manusia?? Kapan operasi plastik dibolehkan?


3. Doa Iftiitah | Shalat

Setiap shalat kita dianjurkan membaca doa iftitiah sebelum membaca al fatihah. Tapi ternyata bacaan doa iftitiah banyak modelnya, dan semuanya bersumber dari nabi saw. Apa saja doa doa iftitah shalat yang diajarkan nabi kdepada kita dalam shalat? Lalu mana yang lebih baik diantara doa doa itu? Ada yang bilang, sebaiknya kita menyesuaikan waktu shalatnya? Misalnya, shalat pada siang hari membaca doa doa tentang ampunan, karena siang merupakan waktu manusia beraktifitas sehingga banyak dosa. Sementara malam waktu yang tepat untuk memuji Allah, maka bacalah doa doa iftitiah yang isinya pujian pada Allah. benarkah demikian? Atau bagaimana seharusnya kita memilih doa doa iftitah shalat yang diajarkan nabi itu, mana yang paling afdhal?


4. Shalat Ghaib | Shalat

Terkadang kita menemukan sebagian kaum muslim melakukan shalat ghaib terhadap jenazah yang meninggal di tempat lain. Misalnya ayah atau ibu meninggal, sementara anak berada di tempat perantauan, tidak bisa pulang dengan segera, lalu dia melakukan shalat ghaib bersama teman temannya. Padahal di tempat ayah atau ibunya meninggal, jenazahnya sudah dishalatkan. Apakah memang boleh kita melakukan shalat ghaib meskipun jenzahnya sudah dishalatkan. Apakah ada aturan waktunya? Bagaimana jika sudah lebih dari satu hari, baru menyolatkan ghaib? Mohon penjelasannya.


5. Biji Tasbih | Umum

Masalah zikir pake alat, seperti tasbih atau alat penghitung. Ada yang bilang nabi justru menganjurkan agar berzikir menggunakan jari tangan. Benarkah demikian? Lalu apakah dengan demikian berzikir dengan alat selain tangan tidak benar atau tidak baik?